Saleva Get the app

Pelanggan

Menerima pesanan toko lewat WhatsApp tanpa kekacauan

Cara toko kecil menerima pesanan lewat WhatsApp dengan rapi: menyiapkan akun bisnis, membagikan daftar produk, mengonfirmasi pesanan dan pembayaran, pengantaran, privasi pelanggan, dan pesan yang disambut pelanggan, bukan dibisukan.

Bahasa lain: English · اردو · हिन्दी · العربية

Jari menekan tombol kirim pesan di ponsel

Bagi banyak toko kecil, WhatsApp sudah menjadi meja kasir kedua. Pelanggan tetap mengirim pesan suara berisi daftar belanja, apotek menerima foto resep, toko ponsel menerima pertanyaan "ada casing ini?" lengkap dengan tangkapan layar. Ini terjadi entah toko merencanakannya atau tidak.

Masalahnya, meja kasir punya sistem, sedangkan WhatsApp biasanya tidak. Pesanan tercampur dengan obrolan keluarga, satu pesan suara terlewat, tangkapan layar pembayaran ternyata untuk pesanan lain, dan pelanggan yang dimasukkan ke grup tanpa ditanya diam-diam keluar lalu berhenti belanja.

Berikut cara menjalankan pesanan WhatsApp supaya sama andalnya dengan meja kasir.

Pakai nomor khusus untuk usaha

Kalau bisa, beri toko nomornya sendiri, bukan nomor pribadi pemilik.

  • Obrolan toko tetap di toko. Kalau karyawan yang menangani pesanan, ia tidak perlu memegang ponsel pribadi Anda.
  • Pelanggan punya kontak yang tetap dan tidak berubah kalau Anda ganti nomor pribadi.
  • Obrolan keluarga Anda tetap pribadi.

Aplikasi WhatsApp Business yang gratis memang dibuat untuk ini. Di sana Anda bisa membuat profil toko dengan alamat, jam buka dan deskripsi singkat, menyusun katalog produk, memakai label untuk memilah obrolan, menyimpan balasan cepat, dan memasang pesan di luar jam kerja saat toko tutup. Aplikasi ini bisa dijalankan di SIM kedua atau di ponsel terpisah yang selalu ada di meja kasir.

Siapkan hal-hal dasar sekali saja

Luangkan satu jam untuk menyiapkan ini, dan Anda akan menghemat satu jam itu setiap minggu.

Profil toko. Nama, alamat dengan patokan yang mudah dikenali, jam buka, wilayah antar. Pelanggan tidak perlu bertanya "tokonya di mana?".

Pesan sambutan. Balasan otomatis singkat untuk kontak baru:

Assalamualaikum, terima kasih sudah menghubungi Bilal General Store. Kirim daftar belanja Anda di sini dan kami akan mengonfirmasi totalnya. Antar dalam radius 2 km, pukul 10 pagi sampai 9 malam.

Pesan di luar jam kerja untuk jam tutup, yang menyebutkan kapan Anda akan membalas.

Balasan cepat untuk hal yang Anda ketik sepuluh kali sehari: ongkos kirim, lokasi toko, nomor rekening bank atau dompet digital untuk pembayaran, dan format pesanan.

Label untuk status pesanan. Satu set sederhana sudah cukup:

LabelArtinya
Pesanan baruSudah masuk, belum dikonfirmasi
DikonfirmasiTotal sudah dikirim dan disetujui
LunasPembayaran sudah dicek di rekening sendiri
Sedang diantarSudah dikemas dan dikirim
SelesaiSudah diterima dan dicatat

Kapan saja, Anda bisa melihat pesanan mana yang sedang menunggu Anda.

Bagikan daftar produk yang benar-benar bisa dipakai pelanggan

Pelanggan memesan lebih banyak, dan lebih tepat, kalau mereka bisa melihat apa yang Anda jual. Ada tiga pilihan, dari yang paling sederhana sampai yang paling berguna.

Gambar atau PDF daftar harga. 50 sampai 100 barang terlaris Anda dengan ukuran dan harga, diperbarui setiap kali harga berubah. Mudah dibuat, mudah diteruskan. Cantumkan tanggal supaya salinan lama dikenali sebagai salinan lama.

Katalog WhatsApp. Setiap produk dengan foto, harga dan deskripsi singkat. Pelanggan bisa melihat-lihat di dalam obrolan dan langsung mengirim barang pilihannya kepada Anda. Menyiapkannya lebih lama, jadi mulailah dari barang yang cepat laku lalu tambahkan sedikit demi sedikit.

Halaman web toko. Tautan yang bisa dibuka pelanggan di peramban apa pun, berisi daftar lengkap dan harga Anda. Berguna kalau produk Anda sudah banyak atau Anda ingin ditemukan pelanggan yang belum punya nomor Anda.

Apa pun yang Anda pakai, jaga agar selalu terbaru. Daftar dengan harga yang salah atau barang yang sudah tidak Anda jual menimbulkan lebih banyak masalah daripada tidak ada daftar sama sekali. Tandai atau hapus barang yang stoknya habis.

Pakai foto asli produk Anda bila memungkinkan, diambil dengan latar polos dan cahaya yang cukup. Tidak perlu profesional; yang penting jelas.

Buat pesanan mudah dibaca

Pesan suara dan foto daftar tulisan tangan tidak masalah; banyak pelanggan lebih suka begitu. Tetapi pesanan yang diketik lebih cepat diproses dan lebih kecil kemungkinan salah baca. Arahkan pelanggan dengan halus lewat balasan cepat:

Silakan kirim pesanan dengan format: nama barang, ukuran, jumlah. Contoh: Minyak goreng 1 L x 2, Gula 1 kg x 3. Tambahkan alamat Anda dan apakah Anda bayar tunai saat barang datang atau transfer.

Jangan pernah menolak pesan suara dari pelanggan tetap. Dengarkan baik-baik, ketik ulang, lalu konfirmasikan.

Selalu konfirmasi sebelum mengemas

Kebiasaan yang paling berguna: kirim konfirmasi tertulis berisi pesanan dan totalnya kepada pelanggan sebelum Anda mulai mengemas.

Pesanan Anda: Minyak goreng 1 L x 2 = 1,040. Gula 1 kg x 3 = 450. Teh 475 g x 1 = 690. Ongkos kirim 50. Total Rs 2,230. Boleh kami kirim?

Satu pesan ini mencegah sebagian besar masalah pesanan WhatsApp:

  • Barang yang salah dengar atau salah baca sudah dibetulkan sebelum dikemas.
  • Pelanggan melihat harga dan total sebelum barang datang, jadi tidak ada perdebatan di depan pintu.
  • Kalau ada barang yang habis, Anda bisa menawarkan pengganti dan membiarkan pelanggan memilih.
  • Anda punya catatan tertulis tentang apa yang sudah disepakati.

Kalau Anda mengirim nota resmi, pembuat faktur gratis membuat nota yang rapi untuk dibagikan sebagai PDF atau gambar.

Pembayaran: cek di rekening sendiri, jangan pernah dari tangkapan layar

Pembayaran online lewat transfer bank atau dompet digital memang praktis, dan ada satu aturan penting: tangkapan layar bukan pembayaran. Tangkapan layar bisa diedit, dipakai ulang dari pesanan lama, atau terkirim karena salah.

  • Cek setiap pembayaran di aplikasi bank atau dompet digital Anda sendiri sebelum mengirim barang atau menandai pesanan lunas.
  • Cocokkan jumlah dan nama pengirim dengan pesanannya.
  • Minta pelanggan menulis nomor pesanan atau namanya di catatan transfer, supaya mudah dicocokkan.
  • Jangan pernah meminta PIN, OTP atau kata sandi pelanggan, dan jangan pernah memberikan milik Anda. Pembayaran yang asli tidak pernah membutuhkannya.
  • Untuk pelanggan baru dan pesanan besar, minta bayar sebelum diantar atau gunakan bayar tunai saat barang datang.

Untuk pelanggan tetap yang membayar di akhir minggu atau akhir bulan, catat pesanannya sebagai penjualan kredit atas nama mereka, persis seperti di meja kasir. Mengelola buku utang pelanggan membahas batas dan pengingatnya.

Catat setiap pesanan WhatsApp sebagai penjualan

Pesanan yang diantar dari obrolan tetap sebuah penjualan. Kalau tidak dicatat di kasir atau buku, stok Anda jadi salah dan hitungan kas harian tidak akan cocok. Catat saat Anda mengemasnya, dengan nama pelanggan, dan tandai cara pembayarannya.

Di sini juga kesalahan terlihat. Kalau hitungan kas Anda sering selisih, periksa apakah pesanan WhatsApp dicatat dengan cara yang sama seperti penjualan di meja kasir. Menutup hari membahas cara mencocokkan uang tunai, pembayaran dompet digital dan penjualan kredit secara terpisah.

Pengantaran: tetapkan syarat yang jelas

Tentukan syarat Anda sekali, lalu simpan sebagai balasan cepat:

  • Wilayah antar (misalnya dalam radius 2 km).
  • Minimal belanja untuk gratis ongkos kirim, dan ongkosnya kalau di bawah itu.
  • Jam antar (misalnya pesanan sebelum pukul 6 sore diantar hari itu juga).
  • Apa yang terjadi kalau pelanggan tidak di rumah.

Kirim pengantar dengan salinan pesanan yang dicetak atau ditulis, dan minta ia menerima uang tunai lalu menyerahkannya kembali bersama slip pesanan. Tandai pesanan "Selesai" hanya setelah uangnya ada di tangan Anda atau pembayaran online sudah dipastikan.

Hormati privasi pelanggan

WhatsApp toko menyimpan banyak informasi pribadi: nomor telepon, alamat, resep, apa yang dibeli orang dan berapa utang mereka. Perlakukan dengan hati-hati.

  • Jangan memasukkan pelanggan ke grup tanpa bertanya. Di grup, setiap anggota bisa melihat nomor semua anggota lain. Banyak orang sangat tidak menyukainya, dan wajar saja.
  • Pakai daftar siaran, bukan grup, untuk pengumuman. Penerima melihat pesan itu sebagai obrolan pribadi, dan mereka tidak bisa melihat satu sama lain. Pesan siaran hanya sampai ke orang yang menyimpan nomor Anda, dan itu saringan yang berguna: artinya mereka memang memilih untuk mendengar dari Anda.
  • Jangan pernah membagikan data atau pesanan seorang pelanggan kepada pelanggan lain.
  • Jangan unggah foto pelanggan, resep atau alamat pengantaran di status atau grup.
  • Kunci ponsel toko dan batasi siapa yang memakainya.
  • Hapus yang sudah tidak diperlukan, seperti foto resep setelah pesanan selesai, kecuali ada alasan untuk menyimpannya.

Kirim pesan ke pelanggan tanpa menjadi spam

WhatsApp itu pribadi. Pelanggan yang merasa dikirimi spam akan membisukan, memblokir atau melaporkan Anda, dan nomor yang banyak dilaporkan bisa dibatasi oleh WhatsApp.

Jaga agar pesan promosi:

  • Jarang. Paling banyak seminggu sekali; bagi banyak toko, beberapa kali sebulan sudah cukup.
  • Berguna. Barang baru, penawaran yang sungguhan, jam buka yang berubah saat Ramadan atau Lebaran, barang yang sering ditanyakan pelanggan.
  • Singkat. Satu pesan, satu gambar, bukan rentetan pesan terusan.
  • Mudah dihentikan. Akhiri dengan "Balas STOP jika Anda tidak ingin menerima pesan ini", dan patuhi segera.
  • Dikirim kepada yang setuju. Tanyakan di meja kasir: "Boleh kami kirim info promo lewat WhatsApp?". Pelanggan yang menjawab ya akan membacanya.

Pengingat soal utang adalah jenis pesan yang lain: pribadi, sopan, dan hanya kepada orang yang bersangkutan. Alat pesan pengingat utang menyediakan kalimatnya.

Rutinitas WhatsApp mingguan

  • Setiap pagi: kosongkan label "Pesanan baru"; balas semua pesan yang masuk semalam.
  • Setiap pesanan: konfirmasi total secara tertulis sebelum mengemas; cek pembayaran di rekening sendiri.
  • Setiap sore: pastikan setiap pesanan "Selesai" sudah dicatat sebagai penjualan; hitung pembayaran dompet digital saat tutup hari.
  • Setiap minggu: perbarui daftar harga atau katalog; hapus barang yang habis; kirim paling banyak satu siaran promosi.
  • Setiap bulan: bersihkan obrolan lama dan foto yang sudah tidak diperlukan.

Kalau pesanan WhatsApp sudah terlalu banyak untuk satu ponsel, halaman toko dengan tombol pesan akan membantu, karena pesanan datang sudah terperinci per barang dan sudah berharga. Halaman toko online Saleva bekerja seperti itu: pelanggan melihat produk dan harga Anda dari tautan yang Anda bagikan, dan pesanan mereka masuk ke layar pesanan pelanggan di aplikasi, bukan ke obrolan. Panduan toko online menjelaskan cara kerjanya dan bagaimana kredit membayarnya.

Pertanyaan yang sering diajukan pemilik toko

Sebaiknya pakai WhatsApp Business atau WhatsApp biasa?

WhatsApp Business gratis dan menambahkan profil toko, katalog, label, balasan cepat dan pesan di luar jam kerja. Untuk toko yang rutin menerima pesanan, itu pilihan yang lebih baik.

Pelanggan mengirim tangkapan layar pembayaran, tetapi uangnya tidak terlihat. Apa yang harus saya lakukan?

Jangan kirim barangnya dulu. Sampaikan dengan sopan bahwa pembayarannya belum masuk ke rekening Anda dan minta mereka memeriksa transaksinya di bank atau dompet digital mereka. Pembayaran asli kadang butuh sedikit waktu; pembayaran palsu tidak akan pernah masuk.

Bolehkah saya memasukkan semua pelanggan ke satu grup untuk mengirim promo?

Pakai daftar siaran saja. Grup memperlihatkan nomor setiap orang kepada semua anggota, dan banyak pelanggan akan keluar. Daftar siaran menjaga nomor setiap pelanggan tetap pribadi.

Bagaimana menangani pesanan yang masuk saat toko tutup?

Pasang pesan di luar jam kerja yang menyebutkan jam buka Anda. Balas paling awal di pagi hari, mulai dari pesanan yang paling lama.

Bolehkah mengirim pesan WhatsApp kepada pelanggan soal utangnya?

Boleh, asalkan pesannya pribadi kepada pelanggan itu, sopan dan akurat. Periksa catatan Anda sebelum mengirim, dan jangan pernah menyebut utang seseorang di grup atau di depan orang lain.

Coba ini di Saleva

Saleva adalah aplikasi kasir Android gratis untuk toko kecil: penjualan, stok, piutang pelanggan, karyawan, dan halaman toko online. Penjualan tetap berjalan tanpa internet.

Dapatkan Saleva gratis Lihat fiturnya