Saleva Get the app

Stok

Scan barcode di toko kecil: apa yang perlu di-scan, apa yang dilewati

Scan hanya mempercepat kasir kalau daftar produk Anda memang disiapkan untuk itu. Apa yang diberi barcode lebih dulu, apa yang dibiarkan, dan cara menangani barang curah serta produk tanpa kode.

Bahasa lain: English · اردو · हिन्दी · العربية

Pemilik toko dengan papan klip menghitung bungkus dan kaleng di rak

Barcode bukan tujuannya. Tujuannya adalah kecepatan di kasir, dan scan adalah salah satu cara mendapatkannya.

Bagi sebagian toko, scan mengubah segalanya: toko kelontong dengan tiga ratus produk kemasan dan antrean pada jam tujuh malam. Bagi yang lain, scan hanya membuang waktu persiapan: penjahit, lapak sayur, atau toko yang sebagian besar dagangannya memang tidak punya kode sama sekali.

Artikel ini membantu Anda mengetahui termasuk yang mana, dan cara menyusun daftar produk yang membuat scan benar-benar lebih cepat, bukan menjadi satu urusan tambahan.

Pertama, apakah scan cocok dengan dagangan Anda?

Scan layak dipakai kalau sebagian besar penjualan Anda adalah barang kemasan dengan barcode tercetak, dijual satu per satu, di kasir yang cukup ramai sehingga hitungan detik terasa.

Periksa rak Anda sendiri:

Yang Anda jualScan
Sembako kemasan, minuman, camilan, perlengkapan mandiSangat cocok, sebagian besar manfaatnya di sini
Obat-obatanSangat cocok, dan disiplin batch serta kedaluwarsa lebih penting lagi
Ponsel, elektronik, aksesoriCocok, ditambah nomor seri untuk garansi
Pakaian, sepatuHanya kalau Anda atau mereknya memasang label berkode
Beras curah, sayur, kue manis, dagingKurang cocok, jual berdasarkan berat saja
Jasa, servis, jahitTidak berlaku
Roti dan kue buatan sendiri di tokoBiasanya tidak sepadan

Kebanyakan toko adalah campuran. Jawabannya bukan "scan semuanya" atau "jangan scan apa pun", melainkan: scan produk kemasan dan pakai pencarian produk yang cepat untuk sisanya. Aplikasi kasir yang baik memungkinkan keduanya dalam satu transaksi tanpa berganti mode.

Kemungkinan besar Anda tidak butuh alat scanner

Kamera ponsel membaca barcode tercetak dalam sepersekian detik, dan itu cukup cepat untuk kasir kecil. Ini perlu diketahui sebelum mengeluarkan uang untuk perangkat.

Scanner khusus mulai balik modal ketika:

  • Kasir Anda cukup ramai sehingga ratusan barang lewat setiap hari.
  • Yang menjaga kasir bukan pemilik, dan ia butuh alat yang mengerjakan satu hal saja.
  • Anda rutin menghitung stok dan ingin kedua tangan bebas.

Sebelum sampai ke situ, kamera di ponsel yang sudah Anda pakai adalah pilihan yang lebih murah dan sangat layak. Saleva melakukan scan dengan kamera ponsel dan juga menerima input dari scanner Bluetooth kalau nanti Anda menambahkannya, karena scanner semacam itu pada dasarnya hanya mengetikkan kode.

Susun daftar produk sekali saja, dengan benar

Di sinilah scan berhasil atau gagal. Scan itu seketika; yang penting adalah apa yang ditemukannya.

Taruh barcode di data produk, bukan di namanya. Kode adalah kunci untuk mencari, bukan bagian dari nama produk.

Satu barcode untuk satu produk, satu produk untuk satu barcode. Botol 500 ml dan botol 1,5 liter adalah dua produk dengan dua kode, bukan satu produk yang Anda betulkan di kasir.

Scan kodenya, jangan diketik. Mengetik tiga belas angka itu lambat dan rawan salah, dan satu angka yang keliru menghasilkan produk yang tidak akan pernah ditemukan lagi lewat scan.

Tambahkan kode saat produk lewat di kasir, bukan dalam satu sesi maraton. Cara yang realistis untuk memberi barcode di sebuah toko adalah membiarkan aplikasi kasir membuat tautannya selama berjualan seperti biasa: ketika Anda men-scan sesuatu yang belum dikenal, aplikasi menawarkan untuk membuatnya saat itu juga. Setelah beberapa minggu, semua produk yang laris sudah tercakup, dan hampir seluruh manfaatnya ada di sana.

Jangan mencoba memberi barcode pada seluruh daftar produk sebelum mulai. Dua puluh persen produk yang menghasilkan sebagian besar penjualan akan di-scan puluhan kali seminggu; sisanya mungkin hanya di-scan dua kali setahun.

Bagaimana dengan produk tanpa barcode

Setiap toko punya: barang curah, merek lokal, barang impor yang kodenya tidak terbaca, dan barang buatan sendiri.

Ada tiga pilihan yang masuk akal.

Jual berdasarkan nama. Pencarian cepat pada produk yang namanya jelas hampir secepat scan. Untuk toko dengan beberapa puluh produk tanpa barcode, ini saja sudah cukup.

Jual berdasarkan berat. Barang curah sebaiknya diberi harga per kilo dan ditagih menurut berat, bukan dipaksa menjadi satuan. Mencoba memberi barcode pada beras curah membuat angka stok Anda jadi karangan.

Cetak label sendiri. Sepadan kalau Anda punya banyak barang tanpa barcode yang dijual per satuan, misalnya toko pakaian dengan stok sendiri, atau toko roti yang menjual produk kemasan. Buat kodenya, cetak label kecil, tempelkan. Saleva dapat membuat label barcode siap cetak dengan nama dan harga dari daftar produk Anda.

Mencetak kode sendiri punya manfaat kedua: label bisa memuat harga, sehingga pertanyaan "ini berapa?" di kasir berkurang.

Scan untuk urusan stok, bukan hanya untuk menjual

Kasir adalah penggunaan yang paling jelas. Penggunaan yang lebih senyap adalah pengendalian stok.

  • Menerima kiriman. Scan setiap barang saat dibongkar, jangan hanya mencocokkan nota dengan mata. Selisih muncul selagi pengantar masih di tempat.
  • Menghitung stok. Men-scan satu rak jauh lebih cepat daripada membaca nama dari daftar, dan jauh lebih jarang salah.
  • Mengecek harga. Pembeli bertanya; Anda scan; Anda menjawab. Tanpa mencari-cari.

Kalau aplikasi kasir Anda punya mode scan terus-menerus, pakailah untuk pekerjaan ini: mode itu membaca kode satu demi satu tanpa perlu ketukan di antaranya, dan itulah bedanya rak lima menit dengan rak dua puluh menit. Saleva punya mode ini di layar penjualan untuk belanjaan yang banyak, dan cara kerjanya sama saat menghitung stok.

Kesalahan yang membuat scan lebih lambat daripada mengetik

Produk ganda. Barang yang sama dimasukkan dua kali, sekali dengan barcode dan sekali tanpa, sehingga separuh penjualan Anda masuk ke produk yang stoknya tidak terpantau. Cari dulu nama produk baru sebelum membuatnya.

Men-scan kode yang salah pada kemasan isi banyak. Dus isi dua belas punya kodenya sendiri, begitu juga tiap botol di dalamnya. Tentukan mana yang Anda jual dan pakai yang itu. Kalau Anda menjual keduanya, itu dua produk.

Barcode di data produk yang diketik tangan. Satu angka tertukar dan scan tidak akan pernah cocok. Kalau scan tidak menemukan produk yang Anda tahu ada, periksa kode yang tersimpan sebelum menyalahkan kamera.

Menjadikan kamera satu-satunya jalan. Kode yang tergores, kusut atau memantulkan cahaya kadang tidak mau terbaca. Kasir tidak boleh macet: pastikan Anda selalu bisa menemukan produk lewat nama dalam beberapa ketukan.

Minggu pertama yang realistis

  1. Hari pertama. Pilih dua puluh produk kemasan yang paling laris. Scan masing-masing ke data produknya. Dua puluh menit, cukup sekali.
  2. Sisa minggu pertama. Berjualan seperti biasa, scan di mana bisa. Kalau scan tidak menemukan apa-apa, buat produknya saat itu juga.
  3. Akhir minggu pertama. Lihat apa yang masih dicari lewat nama. Kalau itu produk yang sering terjual, tambahkan kodenya.
  4. Minggu kedua. Coba scan satu kiriman saat datang, dan satu rak saat menghitung stok. Lalu putuskan apakah scanner khusus akan balik modal.

Tidak ada satu pun dari minggu itu yang mengharuskan toko tutup atau hari pelatihan, dan justru karena itulah cara ini berhasil.

Pertanyaan yang sering diajukan pemilik toko

Apakah saya harus membeli barcode untuk produk saya sendiri?

Hanya kalau Anda menjualnya lewat toko lain, yang memerlukan kode terdaftar dari lembaga seperti GS1. Untuk pemakaian di dalam toko sendiri, kode yang Anda buat sendiri sudah cukup.

Bolehkah dua produk punya barcode yang sama?

Sebaiknya tidak. Kalau pemasok mengirim dua barang berbeda dengan satu kode, perlakukan salah satunya sebagai produk tanpa barcode dan jual lewat nama, atau cetak label sendiri untuknya.

Apakah scan bisa dipakai di tempat yang kurang terang?

Kamera ponsel butuh sedikit cahaya untuk fokus. Kalau kasir Anda remang-remang, sebuah lampu kecil lebih berpengaruh pada kecepatan scan daripada pengaturan apa pun di aplikasi.

Apakah scan cukup untuk memantau tanggal kedaluwarsa?

Tidak. Barcode mengenali produknya, bukan batch-nya. Kalau kedaluwarsa penting, catat batch beserta tanggalnya secara terpisah dan jual yang paling lama lebih dulu. Selengkapnya di sini.

Bagaimana kalau saya sudah punya ribuan produk yang dimasukkan tanpa kode?

Biarkan saja. Tambahkan kode pada produk saat terjual, mulai dari yang paling laris. Dalam sebulan produk yang penting sudah tercakup tanpa satu malam pun dihabiskan untuk memasukkan data.

Coba ini di Saleva

Saleva adalah aplikasi kasir Android gratis untuk toko kecil: penjualan, stok, piutang pelanggan, karyawan, dan halaman toko online. Penjualan tetap berjalan tanpa internet.

Dapatkan Saleva gratis Lihat fiturnya