Saleva Get the app

Pelanggan

Retur dan tukar barang di toko kecil: aturan yang adil dan tidak bikin rugi

Cara toko kecil menangani retur dan tukar barang tanpa ribut dan tanpa rugi: apa yang diterima, batas waktunya, cara mencatat retur agar stok dan uang tetap cocok, dan apa yang dilakukan dengan barang yang kembali.

Bahasa lain: English · اردو · हिन्दी · العربية

Pemilik toko perempuan santai di bangku, memeriksa angka tokonya di ponsel

Seorang pembeli datang membawa kantong dan berkata, "Saya beli ini kemarin, ukurannya tidak pas." Apa yang terjadi berikutnya menentukan dua hal: apakah pembeli itu akan kembali, dan apakah catatan Anda masih benar di akhir hari.

Kebanyakan toko kecil menanganinya sesuai suasana hati. Pelanggan tetap ditukar barangnya sambil tersenyum. Orang asing mendengar "barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan". Laci uang disesuaikan dari ingatan, dan barangnya kembali ke rak, atau ke bawah meja, tanpa ada yang mencatat.

Itu berjalan sampai suatu saat tidak lagi. Aturan tertulis yang sederhana, dan satu cara tetap untuk mencatat retur, menghilangkan sebagian besar keributan dan hampir semua kerugian.

Mengapa aturan retur itu penting

Setiap retur ada biayanya: keuntungan dari penjualan itu, waktu di meja kasir, dan kadang barangnya sendiri kalau tidak bisa dijual lagi. Jadi tergoda untuk menolak semua retur.

Tetapi menolak juga ada harganya. Pembeli yang ragu soal ukuran atau warna lebih mudah membeli di toko yang mau menukar. Aturan retur adalah bagian dari apa yang Anda jual.

Aturan juga melindungi Anda. Kalau aturannya tertempel di dinding dan tercetak di struk, Anda tidak sedang menolak seseorang. Anda menunjuk aturan yang berlaku untuk semua orang. Percakapannya jauh lebih mudah.

Tetapkan empat aturan dulu

Aturan yang bisa dijalankan di toko kecil menjawab empat pertanyaan. Tuliskan jawabannya sebelum retur berikutnya datang.

1. Berapa hari?

Pilih satu angka dan pakai untuk semua barang, kecuali ada alasan jelas untuk berbeda. Tiga hari dan tujuh hari umum di toko kecil. Batas waktu yang pendek membuat barang retur masih cukup baru untuk dijual lagi. Batas yang lebih panjang lebih ramah dan cocok untuk pakaian, sepatu dan hadiah.

2. Dalam kondisi apa?

Aturan yang biasa: belum dipakai, masih dengan label atau kemasan, dan bisa dijual lagi seperti baru. Katakan dengan jelas. "Belum dipakai dan masih dalam kemasan" lebih mudah diterapkan daripada "dalam kondisi baik".

3. Dengan bukti apa?

Struk adalah bukti paling sederhana. Kalau Anda membuat nota dari aplikasi kasir, penjualannya juga bisa dicari lewat nomor faktur, nama atau nomor telepon pembeli, atau tanggal, jadi struk yang hilang tidak harus berarti retur ditolak. Putuskan apakah Anda akan menerima retur kalau catatan penjualannya sama sekali tidak ditemukan. Kebanyakan toko sebaiknya tidak.

4. Uang kembali, tukar barang, atau saldo?

Ini tiga janji yang berbeda:

PilihanYang didapat pembeliBiayanya bagi Anda
Tukar barangUkuran, warna atau barang lain dengan nilai samaPaling kecil. Penjualan tetap di toko.
Saldo tokoJumlah uang untuk belanja nantiKecil. Uangnya tetap, tetapi Anda berutang barang.
Uang kembaliUang tunai atau pembayaran semula kembaliPaling besar. Penjualannya batal.

Banyak toko kecil memberi tukar barang atau saldo kalau pembeli berubah pikiran, dan uang kembali kalau barangnya cacat. Itu batas yang adil, dan pembeli memahaminya.

Yang sebaiknya tidak bisa dikembalikan

Sebagian barang tidak bisa dijual lagi setelah keluar dari toko. Wajar dan umum untuk mengecualikannya, asalkan Anda mengatakannya sebelum penjualan.

  • Makanan, minuman dan apa pun yang punya tanggal kedaluwarsa setelah keluar dari toko.
  • Barang perawatan pribadi yang sudah dibuka.
  • Pakaian dalam dan sejenisnya, demi kebersihan.
  • Barang yang dipotong atau diukur: kain yang dipotong dari gulungan, kabel yang dipotong sesuai panjang, barang curah yang ditimbang untuk pembeli.
  • Pulsa, kartu isi ulang dan semua produk digital.
  • Barang yang dijual dengan harga obral, kalau saat dijual ditandai "tidak bisa retur".

Barang cacat lain soal. Kalau barangnya rusak atau salah saat Anda jual, ganti atau kembalikan uangnya, apa pun tulisan di papan. Aturan tentang barang cacat berbeda di setiap tempat, jadi periksa apa yang berlaku di tempat Anda berdagang.

Catat setiap retur dengan cara yang sama

Di sinilah kebanyakan uang hilang. Returnya sendiri kecil. Kerugian datang dari catatan yang tidak lagi cocok dengan toko.

Kalau retur tidak dicatat:

  • Hitungan stok menunjukkan satu lebih sedikit daripada yang ada di rak, sehingga Anda memesan ulang barang yang sebenarnya masih ada.
  • Penjualan hari itu terlihat lebih besar, sehingga hitungan kas kurang persis sebesar uang yang dikembalikan dan tidak ada yang ingat sebabnya.
  • Laporan laba mencakup penjualan yang tidak pernah terjadi.

Obatnya satu kebiasaan: retur tidak pernah diselesaikan dari laci saja. Retur selalu dicatat pada penjualan aslinya. Ikuti langkah yang sama setiap kali.

  1. Cari penjualan aslinya. Gunakan struk, nomor faktur atau nama pembeli.
  2. Cocokkan tanggal dan kondisi barang dengan aturan Anda.
  3. Tandai barang sebagai diretur pada penjualan itu, seluruh nota atau hanya barang yang kembali.
  4. Berikan tukar barang, saldo atau uang kembali, dan catat yang mana.
  5. Taruh barangnya di tempat yang benar: kembali ke rak, atau ke kardus barang rusak.

Kalau Anda memakai buku catatan kertas, langkahnya sama. Tulis retur di halaman retur tersendiri dengan tanggal, barang, jumlah dan alasannya, lalu kurangi dari total hari itu. Menutup hari jauh lebih mudah kalau uang yang dikembalikan dicatat saat itu juga.

Uang retur yang dibayar dari laci tanpa catatan apa pun terlihat persis seperti uang hilang saat tutup toko. Catat dulu, bayar kemudian.

Tukar barang dengan selisih harga

Tukar barang jarang sekali sama persis harganya. Barang baru lebih mahal, atau lebih murah.

  • Barang baru lebih mahal. Pembeli membayar selisihnya. Catat sebagai retur barang pertama dan penjualan baru barang kedua, supaya stok keduanya bergerak.
  • Barang baru lebih murah. Putuskan dari awal apakah selisihnya dikembalikan tunai atau disimpan sebagai saldo. Keduanya boleh. Yang menimbulkan keributan adalah jawaban yang berubah-ubah dari pembeli ke pembeli.

Jangan menukar barang dengan sekadar mengganti barangnya tanpa mencatat apa pun. Rak akan menunjukkan jumlah total yang benar, tetapi jumlah tiap barang salah. Kesalahan seperti itu lambat ditemukan, dan termasuk kesalahan kasir yang diam-diam merusak catatan stok.

Apa yang dilakukan dengan barang yang kembali

Barang retur termasuk salah satu dari tiga ini. Putuskan di meja kasir, bukan bulan depan.

  • Seperti baru. Kembalikan ke rak, di depan supaya terjual lebih dulu. Stok bertambah satu.
  • Bisa dijual dengan harga lebih rendah. Kemasan rusak, ada noda, label hilang. Taruh di tempat obral dengan harga potongan yang jelas. Barang itu tetap stok, dengan nilai lebih rendah.
  • Tidak bisa dijual. Pecah atau tidak aman. Catat sebagai stok rusak supaya hitungannya benar, dan tanyakan kepada pemasok apakah bisa dikembalikan. Banyak pemasok mengganti barang cacat kalau diberi tahu cepat, jadi simpan barang-barang ini bersama dalam satu kardus beserta tanggalnya.

Kardus barang retur di bawah meja yang belum diputuskan nasibnya adalah stok yang sudah Anda bayar tetapi tidak bisa Anda jual. Kosongkan setiap minggu. Kebiasaan yang sama adalah bagian dari mengelola stok dengan baik.

Retur atas penjualan utang

Kalau pembeli membeli secara utang dan belum membayar, retur seharusnya mengurangi utangnya. Bukan memberi uang tunai ke tangannya. Periksa saldo pembeli sebelum menyerahkan uang apa pun. Kalau penjualannya baru dibayar sebagian, uang yang dikembalikan paling banyak sebesar yang benar-benar ia bayar untuk barang itu.

Di meja kasir yang ramai, hal ini mudah keliru. Mencari penjualan aslinya lebih dulu, setiap kali, itulah yang mencegahnya.

Perhatikan polanya

Kebanyakan retur jujur. Sebagian kecil tidak. Melihat halaman retur atau laporan retur seminggu sekali sudah cukup untuk membedakannya.

  • Barang yang sama kembali berulang kali biasanya tanda masalah mutu. Bicarakan dengan pemasok, atau berhenti menjualnya.
  • Retur tanpa struk untuk barang yang tidak Anda ingat pernah menjualnya perlu aturan tegas: tidak ada catatan, tidak ada retur.
  • Retur yang selalu dicatat oleh orang yang sama, tunai, tanpa nama pembeli pantas diperiksa diam-diam.
  • Pembeli yang sama sering mengembalikan barang mungkin hanya suka memilih di rumah. Tawarkan tukar barang atau saldo, bukan uang tunai.

Lima menit seminggu sudah cukup. Tujuannya memperhatikan, bukan mencurigai semua orang.

Pasang aturannya di tempat yang terlihat

Aturan yang hanya ada di kepala Anda tidak ada bagi pembeli. Buat empat atau lima baris saja dan pasang di tiga tempat:

  • Di kartu di meja kasir.
  • Di struk, sebagai satu baris di bagian bawah.
  • Dalam jawaban Anda ketika pembeli bertanya lewat WhatsApp sebelum membeli.

Versi singkat sudah cukup: "Tukar dalam 7 hari dengan struk. Barang belum dipakai dan masih dalam kemasan. Makanan, perawatan pribadi dan barang potongan tidak bisa retur. Barang cacat diganti."

Lalu terapkan dengan cara yang sama kepada semua orang, termasuk teman. Pengecualian pertama yang Anda buat adalah yang akan didengar semua pembeli lain.

Pertanyaan yang sering diajukan pemilik toko

Apakah saya wajib mengembalikan uang tunai?

Untuk pembeli yang berubah pikiran, tukar barang atau saldo adalah aturan yang biasa dan adil kalau sudah disampaikan sebelum penjualan. Untuk barang cacat, ganti barangnya atau kembalikan uangnya. Aturan tentang barang cacat berbeda-beda, jadi periksa apa yang berlaku di tempat Anda berdagang.

Bagaimana kalau pembeli tidak membawa struk?

Kalau penjualannya bisa ditemukan dengan cara lain, lewat nomor faktur, nama, telepon atau tanggal, anggap terbukti. Kalau tidak ada catatan sama sekali, wajar untuk menolak, atau hanya menawarkan tukar barang.

Apakah barang retur langsung dikembalikan ke rak?

Hanya kalau bisa dijual seperti baru. Periksa kemasan dan barangnya dulu. Kalau tidak seperti baru, turunkan harganya atau catat sebagai rusak.

Bagaimana mencegah karyawan terlalu mudah mengembalikan uang?

Tetapkan langkahnya: cari penjualan aslinya, periksa tanggalnya, catat returnya, baru bayar. Kalau retur di atas jumlah tertentu perlu persetujuan Anda, katakan dengan jelas. Retur yang dicatat pada sebuah penjualan bisa diperiksa belakangan. Uang yang dibayar dari laci tidak bisa.

Apakah retur merusak angka penjualan saya?

Justru membetulkannya. Penjualan yang diretur sebenarnya tidak pernah menjadi pendapatan. Mencatatnya membuat penjualan, laba dan stok Anda tetap jujur, dan itulah gunanya mencatat.

Aplikasi kasir membuat pencatatan ini cepat, karena retur dilakukan langsung dari penjualannya. Di Saleva, Anda membuka nota di Riwayat penjualan lalu meretur seluruh penjualan atau hanya sebagian barangnya. Stok kembali dan total hari itu dibetulkan dalam langkah yang sama, sehingga meja kasir dan catatan cocok tanpa input kedua.

Coba ini di Saleva

Saleva adalah aplikasi kasir Android gratis untuk toko kecil: penjualan, stok, piutang pelanggan, karyawan, dan halaman toko online. Penjualan tetap berjalan tanpa internet.

Dapatkan Saleva gratis Lihat fiturnya